BANGKA BARAT, garismerah.web.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok memperkuat sinergi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Kamis (1/10/2026).
Kolaborasi strategis ini tidak hanya memperluas ruang lingkup pembinaan rohani, tetapi juga menghadirkan program pelatihan pemulasaraan jenazah bersertifikasi secara gratis bagi Warga Binaan (WB).
Pelatihan Bernilai Tinggi, Tanpa Biaya Sepeser Pun
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Babel, Ade Agustina, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang diinisiasi Kepala Rutan Muntok. Menurutnya, pelatihan bersertifikasi seperti ini jarang ditemui dan memiliki nilai masa depan yang sangat baik.
“Sertifikasi ini mahal harganya, namun peserta mengikutinya tanpa dipungut biaya sepeser pun. Nantinya warga binaan dapat menjadi tenaga profesional dalam penanganan jenazah bisa bekerja di rumah sakit, menjadi pekerja sosial, atau membuka jasa mandiri setelah bebas,” ujar Ade Agustina.
Ubah Stigma, Kembalikan Harkat Martabat
Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, menegaskan program ini dirancang untuk menyentuh nurani sekaligus mengembalikan harkat dan martabat warga binaan. Keahlian baru ini diharapkan mampu mengubah pandangan negatif masyarakat.
“Yang tadinya mungkin dikenal sebagai ‘anak nakal’, saat bebas nanti mereka bisa langsung turun tangan membantu warga yang berduka. Dari situlah citra mereka berubah, membuktikan bahwa pemasyarakatan benar-benar hadir dan bermanfaat,” ungkap Andri Ferly.
Pembinaan Diperluas, Tak Sekadar Khotbah
Kepala Kantor Kemenag Bangka Barat, Jumadi, menjelaskan bahwa kerja sama pembinaan keagamaan sebenarnya sudah berjalan sejak sebelumnya. Namun pada tahun ini, materi dan bentuk kegiatan diperluas agar dampaknya lebih nyata.
“Kalau sebelumnya mungkin baru sebatas khotbah dan pembinaan rutin, ke depan insyaallah ada pembelajaran langsung cara mengurus jenazah. Mudah-mudahan masih ada kegiatan lain yang bisa kita lakukan bersama untuk kepentingan warga binaan,” pungkasnya.
Penandatanganan berlangsung tertib dan aman. Kedua pihak berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini demi manfaat dan kemandirian warga binaan di masa mendatang.
Yuni



Social Header