Breaking News

Fantastis!!! BSK Sang AIPTU Miliki 10 Mobil dan Bahkan Rumah Mewah, Mobil Mewah di Sembunyikan Ditempat Lain Guna Hindari TPPU

 

PANGKALPINANG, Garis Merah - Nampaknya kasus penyelundupan 10 Ton Timah Balok yang diduga ada keterlibatan BSK Oknum Polda Babel jadi topik trending di media sosial tiktok. Salah satu akun tiktok milik rekan media dari garismerah.web.id yang ada dibabel mendapatkan kiriman pesan dari akun tiktok bernama ANR (nama disamarkan) pada pukul 7.30 PM yang isinya mengenai informasi adanya upaya BSK menyembunyikan aset miliknya. 

"Yuk suruh usut tuntas pelaku BSK dan rekan-rekannya. Jgn cuma sopir bai. Ni dapet kabar BSK dan rekan kerjanya lari ke Jakarta. Semua aset berupa mobil mewah dan motor sudah di sembunyikan ke tempat lain. Tolong usut tuntas yuk karena bb bukan dikit," kata ANR. 

Sumber juga mengungkapkan jumlah kendaraan mewah milik Aiptu BSK.

"Jumlah mobil yang ada dirumah BSK sekarang ada sekitar 10 mobil, cuma yang separuh di Jakarta karena kantor mereka di Jakarta. Yang di sini cuma Pajero, HRV, Innova, Kijang Kapsul untuk operasi kerja sama mobil pickup," bebernya. 

Bayangkan saja, lnjutnya, BSK dan teman-temannya dalam sebulan sudah bisa beli rumah dan kendaraan. 

"BSK dan rekannya lagi bangun rumah. Jadi dalam sebulan mereka bisa beli rumah sama mobil dan motor baru," imbuhnya seraya akan memberikan info lanjut mengenai para pekerja BSK dan oknum anggota lainnya yang diduga ikut terlibat dalam operasi pembuatan timah balok. 

Dalam pemberitaan sebelumnya dikatakan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pangkalpinang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan raksasa berupa 10 ton balok timah ilegal senilai Rp5 miliar yang diduga kuat akan diselundupkan keluar dari Pulau Bangka. 

Penangkapan yang berlangsung pada Rabu malam (1/4/2026) di Jalan Raya Kampak, Pangkalpinang, ini tak pelak menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, kasus ini tidak hanya soal barang bukti yang fantastis, melainkan mencuatnya dugaan keterlibatan oknum anggota Polri di balik layar.

Guna mengelabui petugas di lapangan, pelaku menggunakan modus operandi klasik namun rapi. Muatan timah balok tersebut diangkut menggunakan sebuah dump truck kuning bernopol A 9597 B.

Ketika dihentikan, truk tersebut sekilas hanya terlihat membawa tumpukan limbah kardus bekas. Namun, ketelitian serta kejelian petugas mengungkap fakta lain. Di balik tumpukan kardus tersebut, tersusun rapi balok-balok timah cetakan tanpa dokumen resmi seberat kurang lebih 10 ton.

“Jika dikalkulasikan dengan harga pasar saat ini, nilai barang bukti yang diamankan diperkirakan menembus angka Rp5 miliar,” ujar sumber di lingkungan kepolisian.

Saat ini, petugas telah mengamankan seorang sopir bernama Ferdy yang tengah menjalani pemeriksaan intensif. Namun, fokus penyelidikan kini mengarah pada aktor intelektual di balik pengiriman tersebut.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa barang haram tersebut diduga kuat milik seorang oknum anggota kepolisian yang berdinas di Polda Kepulauan Bangka Belitung berinisial BSK. Nama BSK sendiri santer disebut-sebut telah lama “bermain” dalam jaringan bisnis gelap timah di wilayah tersebut.

Kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas Polresta Pangkalpinang dan Polda Bangka Belitung. Publik mendesak agar proses hukum tidak berhenti pada sang sopir yang hanya berperan sebagai kurir.

Jika keterlibatan oknum BSK terbukti, hal ini memperkuat stigma adanya “beking” kuat dalam praktik mafia timah. Penyelundupan ini merampas hak negara atas pajak dan royalti dari komoditas strategis.

Masyarakat menuntut transparansi agar penindakan ini tidak dianggap sekadar formalitas atau pencitraan belaka.

Kini, bola panas berada di tangan penyidik. Akankah kasus ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan besar mafia timah di Bangka Belitung, atau kembali menguap seiring berjalannya waktu? Kita kawal bersama. 

Catatan Khusus dilarang Plagiat isi berita tanpa izin dari pemilik berita (Niara).

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GARIS MERAH | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION