BANGKA BARAT, garismerah.web.id — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, Amd.IP., S.Sos., M.Si., menegaskan pihaknya terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan kesehatan, pembinaan warga binaan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan keamanan dan ketertiban.
Penegasan tersebut disampaikan Andri Ferly menyikapi sejumlah hal yang belakangan menjadi perhatian publik terkait Rutan Kelas IIB Mentok.
Menurut Andri, selama kurang lebih satu tahun terakhir pihaknya fokus memaksimalkan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan, khususnya dalam bidang kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan klinik yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI serta terkapitasi BPJS Kesehatan. Fasilitas tersebut disebut menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan se-Bangka Belitung.
“Pelayanan klinik ini tidak hanya untuk warga binaan, tetapi juga dapat melayani keluarga warga binaan dan masyarakat luas. Ini merupakan hasil sinergitas dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat,” ujar Andri.
Dorong Warga Binaan Memiliki Keterampilan
Selain pelayanan kesehatan, Rutan Mentok juga memaksimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Pembinaan diarahkan pada perbaikan perilaku, peningkatan keterampilan serta kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.
Program tersebut dilakukan melalui kegiatan kerja sosial, ketahanan pangan, perkebunan dan peternakan serta berbagai program integrasi dan reintegrasi sosial.
Menurut Andri, pembinaan bukan semata-mata menjalankan kewajiban pemasyarakatan, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan kami arahkan agar warga binaan mengalami perubahan perilaku dan memiliki keterampilan yang bisa digunakan setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Pelatihan Pemulasaran Jenazah Jadi Bekal Setelah Bebas
Pembinaan kepribadian dan keagamaan juga menjadi perhatian Rutan Mentok.
Salah satu program yang dilakukan adalah pelatihan pemulasaran jenazah bersertifikat yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat.
Andri berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Harapannya setelah bebas, mereka bisa siap bekerja dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Dengan keterampilan tersebut, warga binaan diharapkan dapat ikut membantu masyarakat ketika terdapat warga yang membutuhkan bantuan dalam proses pemulasaran jenazah.
Menurut Andri, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan kepercayaan diri, harkat dan martabat warga binaan maupun keluarganya di tengah masyarakat.
Pemenuhan Air Bersih dan Sanitasi
Rutan Mentok juga terus melakukan pembenahan terhadap kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi.
Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, termasuk dukungan berupa sumur bor hibah untuk menunjang kebutuhan air di lingkungan Rutan.
Andri menegaskan bahwa warga binaan tetap memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dan pemeliharaan dari negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang pemasyarakatan.
“Bagaimanapun mereka adalah manusia yang sedang menjalani proses pembinaan. Kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi harus diperhatikan,” tegasnya.
Blok Hunian Dibuat Lebih Humanis
Pembenahan juga dilakukan pada blok hunian warga binaan.
Rutan Mentok melakukan penataan lingkungan dengan penggunaan warna cat dinding yang dinilai lebih sejuk dan harmonis, sekaligus meningkatkan kebersihan fasilitas MCK.
Penggunaan shower juga diterapkan sebagai salah satu upaya efisiensi penggunaan air sekaligus menghilangkan ketergantungan terhadap bak penampungan air.
Menurut Andri, langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keamanan.
Bak air dinilai berpotensi disalahgunakan sebagai tempat menyembunyikan barang-barang terlarang seperti telepon seluler, senjata tajam, uang maupun narkotika.
Ia juga menyampaikan bahwa selama musim kemarau tahun ini Rutan Mentok tidak lagi harus membeli air seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Pengawasan Keamanan Diperketat
Di sektor keamanan dan ketertiban, Andri menegaskan Rutan Mentok berkomitmen melakukan pengawasan secara konsisten dan berkelanjutan.
Pengawasan diarahkan untuk mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang, termasuk narkoba, telepon seluler, pungutan liar serta peredaran uang tunai.
Pemeriksaan terhadap kamar hunian dan lingkungan Rutan dilakukan secara berkala.
Selain itu, kelengkapan petugas keamanan juga terus diperhatikan, termasuk persenjataan yang terawat dan teradministrasi serta perlengkapan keselamatan petugas.
“Keamanan dan ketertiban merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Pemeriksaan dan pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala,” kata Andri.
Bantah Isu Negatif yang Beredar
Terkait isu negatif yang disebut beredar mengenai Rutan Mentok, Andri Ferly dengan tegas membantah informasi tersebut.
Ia menilai informasi yang tidak disertai bukti valid dan dapat dipertanggungjawabkan tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk membangun opini publik.
“Saya tegaskan kembali, berita penegatifan tersebut tidak benar atau hoaks,” tegas Andri.
Ia juga mempertanyakan narasi mengenai adanya desakan masyarakat terkait persoalan tersebut.
Menurutnya, sebuah tuduhan harus terlebih dahulu melalui proses pembuktian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum kemudian berbicara mengenai urgensi penanganan berdasarkan desakan masyarakat.
“Suatu tuduhan harus ada prosedur pembuktian secara valid dan reliable terlebih dahulu, bukan hanya katanya-katanya. Setelah itu baru berbicara mengenai urgensi desakan masyarakat,” ujarnya.
Ia bahkan mempertanyakan pihak yang disebut-sebut sebagai masyarakat yang mendesak.
“Ini masyarakat yang mana?” katanya.
Andri menegaskan Rutan Mentok memilih untuk tidak larut dalam isu yang dianggap tidak memiliki dasar pembuktian. Menurutnya, energi dan perhatian jajaran Rutan saat ini lebih banyak diarahkan pada kegiatan positif dalam pembinaan warga binaan.
Strategi Pengamanan Disesuaikan Tingkat Risiko
Dalam menjalankan pengamanan, Rutan Mentok menerapkan strategi berdasarkan tingkat risiko warga binaan, mulai dari minimum, medium hingga maksimum security.
Penempatan tidak dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan tingkat risiko, masa pidana serta prestasi pembinaan masing-masing warga binaan.
“Tidak semuanya diberlakukan maksimum. Kami menyesuaikan dengan tingkat keamanan, lama hukuman, tingkat risiko dan prestasi pembinaannya,” jelas Andri.
Untuk mendukung pendisiplinan sekaligus mengendalikan penggunaan telepon seluler dan peredaran uang, Rutan Mentok juga menyediakan wartel khusus pemasyarakatan dengan tarif yang terjangkau.
Rutan Mentok Jadi Tempat Pembinaan WBP Pelanggar Aturan
Andri menyampaikan bahwa Rutan Kelas IIB Mentok juga mendapat arahan dari jajaran pemasyarakatan di wilayah Bangka Belitung untuk menjadi salah satu tempat yang representatif dalam menangani warga binaan yang kerap melakukan pelanggaran tata tertib di satuan pemasyarakatan lainnya.
Ia menyebut Rutan Mentok sebagai salah satu lini terakhir dalam proses pembinaan dan pendisiplinan warga binaan yang bermasalah.
Apabila warga binaan tidak menunjukkan perubahan perilaku dan kembali melakukan pelanggaran, pihak Rutan akan menyiapkan langkah sesuai ketentuan, termasuk kemungkinan pemindahan ke lembaga pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan lebih tinggi.
“Kalau di Rutan Mentok tidak ada perubahan dan masih melakukan pelanggaran, kami akan mempersiapkan pergeseran sesuai ketentuan, termasuk ke lapas super maximum security apabila memenuhi persyaratan,” ungkapnya.
Tegas Jika Ada Pelanggaran
Andri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas maupun warga binaan.
“Apabila terdapat temuan atau informasi yang akurat, valid dan reliable tentang pelanggaran yang dilakukan petugas maupun warga binaan Rutan Mentok, saya sebagai Kepala Rutan akan menindak tegas,” katanya.
Namun, apabila informasi yang beredar ternyata tidak terbukti dan dinilai disebarkan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan, pihaknya juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Andri menekankan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap media.
“Kami terbuka terhadap proses klarifikasi dan konfirmasi media sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Tetapi jangan tayang dulu baru konfirmasi,” tegasnya.
Menurut dia, mekanisme yang ideal adalah informasi dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait sebelum diberitakan.
“Yang benar adalah informasi dulu, kemudian konfirmasi, baru tayang. Biar masyarakat yang menilai sendiri apa yang sebenarnya terjadi,” pungkas Andri Ferly.


Social Header