Kegiatan yang dirancang sebagai mimbar aspirasi terbuka tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB berlokasi di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Jinggo, menegaskan bahwa penataan Kota Pangkalpinang yang telah berdiri lebih dari 260 tahun harus berlandaskan pada perencanaan strategis, berkelanjutan, serta taat pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), bukan sekadar eksperimen kebijakan dinamis yang sporadis.
"Jangan sampai setiap ganti pemimpin, ganti program, ganti kebijakan, ganti cara pandang. Ini membuat masyarakat Kota Pangkalpinang bingung mau dibawa ke mana arah kota ini. Pangkalpinang bukan kota uji coba," tegas Jinggo saat memberikan keterangannya di Pangkalpinang, Selasa (20/10/2026).
Jinggo juga meluruskan spekulasi publik dan menegaskan bahwa forum dialog ini bukan bentuk aksi tandingan atas klaim capaian kinerja satu tahun Pemkot Pangkalpinang. Sebaliknya, agenda ini diproyeksikan murni sebagai sarana konstruktif guna menjaring aspirasi lintas elemen masyarakat, mulai dari tokoh lintas generasi, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga organisasi kepemudaan.
"Kegiatan ini murni menjadi wadah dan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka secara langsung terkait potret pembangunan Kota Pangkalpinang selama satu tahun terakhir serta bagaimana arah keberlanjutannya ke depan," ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, panitia menyoroti pentingnya kepemimpinan daerah yang mengedepankan etika, adab, serta penguatan mental spiritual generasi muda. Gotong royong dalam pembangunan, tegas Jinggo, tidak sebatas aksi fisik di lapangan, melainkan sintesis ide-ide visioner yang terukur dan berakhlak.
Berdasarkan data teknis penyelenggara, forum dialog publik ini akan membedah diskursus pembangunan dari sudut pandang legislatif, sejarah, akademis, hingga pers melalui empat panelis utama:
• Bangun Jaya (Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang) — Unsur pengawasan anggaran dan kebijakan publik legislatif.
• Dato Akhmad Elvian (Sejarawan & Budayawan Bangka Belitung) — Unsur historis, identitas, dan kearifan lokal kota.
• Eddy Supriadi (Akademisi) — Unsur kajian ilmiah, teoritis, dan evaluasi makro pembangunan.
• M. Zen (Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik) — Unsur kontrol sosial dan daya kritis media.
Acara tersebut akan dipandu oleh Yuda Saputra selaku Moderator dan Master of Ceremony (MC), dengan mengundang seluruh lapisan warga masyarakat untuk hadir membedah secara langsung arah masa depan Kota Beribu Senyuman.
Yuni


Social Header