Breaking News

Penambang DAS Kampak Menjarah 25 Ton Timah Selama Dua Hari, Diduga Ada Bekingan Serta Organisasi Yang Ingin Kuasai.



JEBUS, garismerah.web.id - Aktivitas penambangan timah ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak, Kecamatan Parittiga, Jebus, Kabupaten Bangka Barat, kembali menggeliat. Para pelaku sengaja mengalihkan jam operasi ke malam hari untuk menghindari pengawasan. Dalam dua malam terakhir, diperkirakan hampir 25 ton pasir timah berhasil diangkut dari lokasi yang seharusnya dilindungi.

Dekat Pos Pengawasan, Tetap Beroperasi

Lokasi penambangan ini berada sangat dekat dengan Pos Polairud setempat. Kondisi inilah yang memicu pertanyaan tajam warga: bagaimana aktivitas masif ini dapat berlangsung tanpa terdeteksi maupun ditindak?

"Jika tidak ada koordinasi dan bekingan, tidak mungkin mereka berani menggarap DAS Kampak. Mereka merasa aman beraktivitas karena diduga sudah ada koordinasi," ungkap warga setempat, Minggu (27/9/2026).

Sempat Dihentikan Bukan Karena Razia tapi Ditolak Permintaan Organisasi

Ternyata, penertiban yang sempat terjadi sebelumnya bukan murni penindakan aparat. Ada kisah di baliknya. 

"Adanya razia waktu itu dikarenakan ada pihak yang mengatasnamakan organisasi hendak menawarkan kerja sama agar hasil produksi dijual ke 'bos' mereka yang punya PT ternama. Mereka menargetkan 3 ton per hari. Ketika ditolak, barulah muncul penertiban karena mereka melakukan pelaporan kepada Kapolda Babel," jelas sumber yang namanya dirahasiakan.

Artinya: penindakan justru muncul sebagai reaksi atas penolakan penguasaan hasil tambang, bukan semata-mata penegakan hukum.

Dituding Ada Upaya Bungkam Media

Selain dugaan keterlibatan oknum penyokong, warga juga menuding adanya upaya sistematis membungkam wartawan agar kegiatan ilegal ini tidak tersampaikan ke publik.

AWAM Babel Minta Kapolda Keluarkan Surat Perintah Khusus

Menyikapi keseluruhan perkembangan, Sekretaris AWAM Babel menegaskan:

"Kami meminta Kapolda Babel segera mengeluarkan surat perintah khusus untuk menutup permanen aktivitas di DAS Kampak. Tangkap siapa pun yang membandel, termasuk oknum maupun organisasi yang memberikan perlindungan maupun penguasaan hasil tambang di kawasan ini."

DAS Kampak Bukan Lahan Tambang

DAS Kampak merupakan kawasan penyangga sungai yang menjaga keseimbangan air, mencegah banjir, dan menopang kehidupan warga. Penggalian di kawasan ini dilarang karena merusak ekosistem secara permanen.

Tim AWAM Babel masih melakukan penelusuran dan verifikasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab. Perkembangan akan terus diikuti dan dilaporkan. (TIM AWAM BABEL). 

 

 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GARIS MERAH | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION