Garismerah | Muara Enim — Langkah transisi kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim kini resmi dikawal oleh instrumen kontrol sosial melalui pelayangan kritik konstruktif. Kepala Perwakilan (Kaperwil) Jurnalis Merah Putih (JMP) Provinsi Sumatera Selatan secara resmi mengirimkan Surat Terbuka yang ditujukan langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Hj. Sumarni.
Langkah ini diambil guna mengingatkan pimpinan baru agar memiliki ketegasan dalam memutus total siklus kasus korupsi masa lalu serta memulihkan marwah daerah yang sempat terganggu oleh rentetan penindakan hukum.
Kaperwil JMP Sumsel, Yh Pratama S.S menjelaskan bahwa surat terbuka ini dirumuskan berdasarkan pemantauan objektif di lapangan serta menyerap keresahan psikologis masyarakat bawah. Selain mendesak kepemimpinan yang mandiri tanpa adanya intervensi pihak luar, JMP Sumsel juga menuntut Plt Bupati segera mengevaluasi kebijakan pemotongan hak finansial ribuan tenaga P3K dan PTT yang terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.
"Masyarakat Muara Enim memiliki trauma mendalam akibat rentetan kasus hukum dan OTT KPK yang berulang kali menimpa pimpinan daerah terdahulu. Kondisi ini telah merugikan nama baik daerah dan menghambat jalannya pembangunan rakyat. Lewat surat terbuka ini, kami meminta Plt Bupati yang baru untuk berkomitmen penuh menutup rapat semua celah korupsi anggaran dan membuktikan bahwa pemerintah daerah saat ini bisa berjalan bersih serta mandiri tanpa adanya bupati bayangan," ujar Yh Pratama dalam rilis resminya, Sabtu (13/6/2026).
Demi menjamin transparansi publik, berikut adalah salinan teks lengkap Surat Terbuka resmi dari Jurnalis Merah Putih (JMP) Sumatera Selatan yang telah dilayangkan ke Pemkab Muara Enim:
SURAT TERBUKA JURNALIS MERAH PUTIH (JMP) SUMATERA SELATAN
Nomor: 018/ST-KAPERWIL/JMP-SS/VI/2026
Sifat: Penting / Terbuka
Perihal: Surat Terbuka Terkait Komitmen Pemulihan Marwah Daerah dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Muara Enim
Kepada Yang Terhormat, Ibu Hj. Sumarni Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim di –
Tempat
Dengan hormat,
Seiring bergulirnya roda transisi kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim, kami dari Jurnalis Merah Putih (JMP) Sumatera Selatan selaku wadah kontrol sosial menyampaikan surat terbuka ini. Langkah ini kami ambil sebagai wujud tanggung jawab profesi untuk mengawal jalannya pemerintahan baru agar tetap berada di jalur yang bersih demi kemaslahatan masyarakat di Bumi Serasan Sekundang.
Menyikapi perkembangan situasi daerah serta berbagai aspirasi murni dari masyarakat luas di media sosial, kami ingin menyampaikan beberapa poin catatan penting yang memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata dari Ibu selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati:
1. Penuntasan Trauma Publik Terhadap Siklus Kasus Korupsi dan OTT KPK Satu hal mendasar yang harus menjadi perhatian utama Ibu Plt Bupati adalah kondisi psikologis masyarakat Muara Enim yang saat ini mengalami kejenuhan dan trauma akibat rentetan kasus hukum yang berulang di masa lalu. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berulangkali dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kepemimpinan terdahulu telah mengorbankan jalannya pembangunan dan merugikan nama baik daerah. Oleh karena itu, kami mengingatkan dengan tegas agar momentum kepemimpinan baru ini dijadikan titik balik untuk menghentikan total siklus buruk tersebut. Di bawah kendali Ibu, Pemkab Muara Enim harus mampu membuktikan komitmen bersih sehingga tidak ada lagi ruang bagi praktik korupsi, suap, maupun pengondisian anggaran yang dapat memicu penindakan hukum kembali terjadi di daerah ini.
2. Menjaga Independensi Kebijakan dari Intervensi Lingkaran Lama Trauma publik terhadap tata kelola pemerintahan yang buruk tidak lepas dari kekhawatiran akan adanya intervensi pihak luar. Kami mendesak Ibu Plt Bupati untuk bersikap mandiri dan tegas dalam mengambil setiap kebijakan daerah. Otoritas kepemimpinan ini harus murni digunakan untuk kepentingan rakyat, terbebas dari pengaruh kepentingan domestik-keluarga maupun setiran aktor belakang layar yang berpotensi memunculkan fenomena bupati bayangan. Roda pemerintahan harus digerakkan secara profesional tanpa bayang-bayang pola lama yang merusak.
3. Evaluasi Kebijakan dan Pengembalian Hak Finansial Tenaga P3K Sebagai langkah konkret keberpihakan pada aparatur garis depan, kami meminta Ibu Plt Bupati untuk segera melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan rasionalisasi atau pemotongan hak finansial/gaji ribuan tenaga P3K dan PTT yang diberlakukan pada masa kepemimpinan sebelumnya. Kesejahteraan para guru, tenaga kesehatan, dan honorer adalah pilar utama pelayanan publik yang tidak boleh dikorbankan. Mengembalikan hak-hak mereka secara utuh merupakan bentuk keadilan nyata yang sangat dinantikan oleh masyarakat saat ini.
4. Pengawasan Ketat Terhadap Anggaran dan Pengadaan Barang/Jasa Guna memutus mata rantai praktik korupsi tersembunyi, kami mendesak diterapkannya pengawasan yang ketat dan transparan pada instansi-instansi teknis, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas PUPR. Celah-celah penyelewengan anggaran seperti komitmen pengondisian proyek atau penentuan komitmen fee harus ditutup rapat agar anggaran daerah benar-benar terserap penuh untuk pembangunan fasilitas publik di desa-desa.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini kami lampirkan salinan aspirasi murni, saran, dan tuntutan masyarakat dari berbagai platform media sosial yang menginginkan adanya transparansi dan reformasi birokrasi total di bawah kepemimpinan Ibu.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan sebagai bentuk kontrol sosial yang objektif dan membangun demi menyelamatkan masa depan Kabupaten Muara Enim. Atas perhatian dan langkah nyata yang akan diambil, kami ucapkan terima kasih.
Palembang, 13 Juni 2026
Hormat Kami,
Yh Pratama S.S Kepala Perwakilan (Kaperwil) Jurnalis Merah Putih Provinsi Sumatera Selatan
Dengan pelayangan surat terbuka ini, JMP Sumatera Selatan bersama elemen masyarakat sipil menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan melekat terhadap arah kebijakan eksekutif. Sekarang, tantangan berada di tangan Plt Bupati untuk membuktikan integritas kepemimpinannya demi membawa perubahan yang bersih bagi seluruh masyarakat Muara Enim.
(Red)

Social Header