Garismerah.web.id | Lampung - Sebuah rekaman video pengakuan yang menyayat hati dari seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Lampung mendadak viral setelah diunggah oleh akun Facebook Aura Salsabila. Dengan suara bergetar dan tatapan penuh trauma, anak di bawah umur tersebut mengungkap tindakan biadab yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.
Dalam kutipan video yang beredar luas tersebut, korban menceritakan kronologi memilukan yang dialaminya.
"Aku dipaksa, dipukul kalau nggak mau... ayah sering begitu ke aku," ujar korban dalam pengakuannya yang membuat netizen geram dan menuntut keadilan segera.
Keberanian sang anak untuk mengungkap tabir gelap di dalam rumah tangganya sendiri menjadi sorotan nasional. Pengakuan ini dianggap sebagai bukti awal yang sangat kuat bagi aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Publik menilai, tidak ada alasan bagi pihak berwenang untuk menunda langkah penyelidikan karena keselamatan korban saat ini menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, publik masih menaruh harapan besar dan menantikan pernyataan resmi serta langkah hukum nyata dari jajaran Polda Lampung. Kehadiran negara melalui institusi kepolisian sangat diharapkan untuk memberikan rasa aman kepada korban dan memastikan terduga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Poin Desakan Masyarakat:
- Respon Cepat (Quick Response): Meminta kepolisian segera menjemput bola berdasarkan bukti pengakuan yang sudah menjadi konsumsi publik.
- Trauma Healing: Mendesak dinas terkait untuk memberikan perlindungan fisik dan psikologis kepada korban agar trauma ini tidak merusak masa depannya.
- Hukuman Maksimal: Jika terbukti, pelaku harus dijerat dengan hukuman seberat-beratnya karena telah menghancurkan masa depan darah dagingnya sendiri.
Video pengakuan berdurasi singkat ini adalah jeritan minta tolong yang tidak boleh diabaikan. Keberanian anak ini harus dibayar dengan tegaknya keadilan. Profesionalisme kepolisian di Lampung kini menjadi pertaruhan di mata masyarakat luas.
-Yh Pratama | Wakred


Social Header