JAKARTA, Garis Merah – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Saiful Mujani terkait ajakan untuk “menggulingkan” pemerintahan Prabowo Subianto memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy akhirnya buka suara menanggapi polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa segala bentuk ajakan yang mengarah pada upaya penggulingan pemerintahan yang sah merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam sistem demokrasi Indonesia.
“Pemerintah yang sah lahir dari proses konstitusional. Jika ada perbedaan pandangan, seharusnya disampaikan melalui mekanisme demokrasi, bukan dengan narasi provokatif,” tegas Teddy dalam keterangannya (07/04).
Pernyataan Saiful Mujani sebelumnya ramai diperbincangkan publik usai dianggap mengandung unsur ajakan untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang dipimpin Prabowo Subianto.
Sejumlah pengamat politik menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi politik nasional yang masih membutuhkan stabilitas pasca Pemilu.
Sementara itu, pemerintah melalui Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Perbedaan itu hal biasa dalam demokrasi, tetapi harus tetap dalam koridor hukum dan etika,” tambahnya.
Hingga saat ini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik dan media sosial.
Red


Social Header