Dalam keterangannya, D. Silalahi mengungkap adanya indikasi keterlibatan beberapa nama yang diduga memiliki peran dalam aktivitas tersebut. Salah satu nama yang turut disebut adalah Basuki, yang menurutnya bukan pemain baru dalam praktik tersebut.
“Basuki ini disebut sudah lama bermain dalam aktivitas timah dan diduga berkolaborasi dengan oknum tertentu,” ujar D. Silalahi dalam keterangannya.
Lebih lanjut, D. Silalahi juga menyoroti sikap aparat penegak hukum setempat. Ia mempertanyakan sejauh mana penanganan terhadap dugaan kasus ini, termasuk apakah pihak yang disebut sudah diperiksa oleh Propam.
Namun saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kapolres setempat belum memberikan keterangan resmi. Sikap bungkam ini pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik.
Kasus dugaan jaringan timah ilegal ini kini menjadi sorotan dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara transparan oleh aparat penegak hukum guna memastikan kepastian hukum dan keadilan.
Red


Social Header