Pada tahun anggaran 2025 tahap 1, sekolah menerima dana sebesar Rp 1,47 miliar untuk 1.804 siswa. Sementara pada tahun 2024, total dana BOS yang diterima mencapai sekitar Rp 2,6 miliar dalam dua tahap.
Namun, di tengah besarnya anggaran tersebut, komposisi tenaga pendidik justru menimbulkan pertanyaan. Dari total guru yang tercatat, sekitar 50 persen masih berstatus honorer, berbanding 24 guru PNS dan 24 guru honorer.
Ironisnya, dalam rincian penggunaan dana BOS tahun 2023 hingga 2024, tidak ditemukan alokasi anggaran untuk pembayaran honor guru.
📊 Dominasi Anggaran ke Sarana dan Administrasi
Berdasarkan data penggunaan dana BOS tahun 2024, anggaran terbesar justru dialokasikan untuk:
Pemeliharaan sarana dan prasarana: hingga Rp 588 juta
Administrasi kegiatan sekolah: sekitar Rp 377 juta
Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler: sekitar Rp 250 juta
Sementara itu, pos untuk kesejahteraan tenaga pendidik tidak terlihat dalam laporan tersebut.
🏫 Jumlah Siswa Besar, Fasilitas Terbatas
Dengan jumlah siswa mencapai 1.813 orang, fasilitas sekolah dinilai cukup padat. SMAN 1 Cikarang Utara hanya memiliki:
26 ruang kelas
1 perpustakaan
4 laboratorium utama
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas distribusi anggaran dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
⚠️ Perlu Transparansi dan Evaluasi
Kepala sekolah, Didi Rosidi, diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait prioritas penggunaan dana BOS, khususnya menyangkut kesejahteraan guru honorer yang jumlahnya cukup signifikan.
Pengamat pendidikan menilai, transparansi dan evaluasi pengelolaan anggaran sangat penting agar dana BOS benar-benar menyentuh kebutuhan utama sekolah, termasuk tenaga pendidik sebagai ujung tombak pendidikan.
Red


Social Header