Breaking News

Lebaran Bukan Sekadar Maaf-Maafan! D. Silalahi Seret Peran Pers ke Panggung Utama

JAKARTA, Garis Merah - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan. Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati media, D. Silalahi, menegaskan bahwa Lebaran harus menjadi titik balik bagi insan pers untuk kembali pada peran utamanya: mengawal kebijakan pemerintah dan menjaga arah masa depan bangsa.

Dalam pernyataannya, D. Silalahi menyoroti pentingnya refleksi bagi jurnalis di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik yang semakin kompleks. Ia menilai, pers tidak boleh hanya menjadi penyampai berita, tetapi harus hadir sebagai kekuatan kontrol sosial yang aktif dan berani.

“Lebaran ini bukan hanya soal maaf-maafan. Ini momentum bagi jurnalis untuk kembali pada jati dirinya—menyuarakan kebenaran, menjaga independensi, dan mengawal setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin berat. Selain menghadapi disrupsi digital dan banjir informasi, jurnalis juga dihadapkan pada tekanan kepentingan yang berpotensi menggerus objektivitas. Dalam situasi tersebut, integritas menjadi kunci utama yang tidak bisa ditawar.

D. Silalahi mengingatkan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada kualitas informasi yang diterima publik. Jika pers kehilangan arah, maka masyarakat akan kehilangan pegangan dalam memahami realitas yang sebenarnya.

“Pers adalah pilar keempat demokrasi. Kalau pers lemah, maka kontrol terhadap kekuasaan juga ikut melemah. Di sinilah pentingnya keberanian dan keteguhan jurnalis,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa peran pers tidak hanya sebatas mengkritisi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan berjalan transparan dan akuntabel. Jurnalis, kata dia, harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, sekaligus menjadi penjaga agar kebijakan tetap berada di jalur yang benar.

Lebih jauh, D. Silalahi mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki kualitas kerja jurnalistik, memperkuat solidaritas, dan membangun kembali kepercayaan publik yang sempat tergerus oleh maraknya informasi yang tidak akurat.

“Ke depan, tantangan akan semakin besar. Tapi di situlah peran jurnalis diuji. Apakah tetap berdiri untuk kepentingan publik, atau justru terseret arus kepentingan tertentu,” katanya.

Menutup pernyataannya, ia berharap semangat Idul Fitri mampu melahirkan kembali jurnalisme yang berintegritas, independen, dan berpihak pada kebenaran.

“Ini saatnya pers kembali ke panggung utama. Bukan sebagai penonton, tapi sebagai penentu arah perjalanan bangsa,” pungkas D. Silalahi.

Red

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GARIS MERAH | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION