JATENG, Garis Merah - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Syamsul Auliya Rachman di Cilacap terus menjadi sorotan publik. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi akhirnya angkat bicara dan menegaskan pentingnya integritas bagi para pejabat daerah.
Menurut Ahmad Luthfi, kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala daerah dan aparatur pemerintah agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Ia mengaku sudah berulang kali mengingatkan jajaran pejabat di Jawa Tengah agar menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi.
“Integritas itu bukan sekadar slogan. Saya sudah berkali-kali mengingatkan agar pejabat tidak bermain-main dengan kewenangan yang diberikan,” tegasnya.
Luthfi juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Ia meminta seluruh pihak memberi ruang kepada lembaga antirasuah untuk mengusut kasus tersebut secara transparan dan tuntas.
Sementara itu, KPK sebelumnya melakukan OTT dan mengamankan sejumlah pihak dalam operasi yang digelar di wilayah Cilacap. Dalam perkembangan kasusnya, Bupati Syamsul Auliya Rachman diduga terlibat dalam praktik pemerasan terkait proyek dan pengumpulan dana dari sejumlah instansi.
Meski kepala daerahnya terseret kasus hukum, Gubernur Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Cilacap harus tetap berjalan normal. Pelayanan publik kepada masyarakat diminta tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang berlangsung.
Kasus ini pun kembali menjadi pengingat keras bahwa komitmen terhadap pemerintahan yang bersih dan berintegritas harus benar-benar dijalankan oleh setiap pejabat publik. Banyak pihak berharap pengungkapan kasus ini dapat memberi efek jera dan memperkuat upaya pemberantasan korupsi di daerah.
W.S



Social Header