JAKARTA, Garis Merah – Sejumlah karangan bunga dari warga tampak berjejer di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta setelah penangkapan Bupati Kabupaten Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi.
Karangan bunga yang dikirim oleh berbagai elemen masyarakat Pekalongan itu memuat beragam pesan. Sebagian berisi dukungan terhadap langkah KPK dalam memberantas korupsi, sementara lainnya menyampaikan kritik dan sindiran terhadap praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
Pantauan di lokasi, papan bunga tersebut berjajar di sekitar area depan gedung KPK dan menarik perhatian masyarakat serta pengguna jalan yang melintas. Beberapa pesan dalam karangan bunga bahkan secara tegas meminta agar kasus yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut diusut tuntas tanpa pandang bulu.
Sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan terhadap Fadia Arafiq bersama sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan transaksi suap. Hingga kini, para pihak yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami konstruksi perkara.
Masyarakat berharap penanganan kasus ini dapat berjalan transparan dan profesional serta menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di Kabupaten Pekalongan agar lebih bersih dari praktik korupsi.
Red



Social Header