Breaking News

Heboh! Anak-anak Fadia Arafiq Jadi Direktur Dadakan, Diduga Tilap Duit Proyek Miliaran

 

JAKARTA, Garis Merah - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terus menjadi sorotan publik. Setelah terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyidik kini menelusuri dugaan keterlibatan anggota keluarga dalam aliran dana proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Dalam pengembangan perkara tersebut, dua anak Fadia Arafiq, Mehnaz Nazeera Ashraff dan Muhammad Sabiq Ashraff menjadi perhatian karena diduga sempat menduduki jabatan direktur di perusahaan yang disebut-sebut berkaitan dengan proyek pemerintah daerah. Posisi strategis tersebut memicu kontroversi karena dinilai diperoleh secara cepat atau “direktur dadakan”.

Penyidik KPK menduga perusahaan tersebut menjadi salah satu kendaraan bisnis yang terlibat dalam proyek pengadaan jasa di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan. Dari proyek-proyek tersebut, diduga terdapat aliran dana bernilai miliaran rupiah yang kemudian mengalir ke sejumlah pihak.

Informasi yang beredar menyebutkan, sebagian dana tersebut diduga ikut dinikmati oleh pihak keluarga kepala daerah. Dugaan inilah yang kini tengah didalami oleh KPK melalui pemeriksaan saksi dan penelusuran aliran transaksi keuangan.

Meski demikian, hingga saat ini KPK masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus untuk memastikan peran masing-masing pihak. Pihak keluarga yang namanya disebut dalam perkara ini disebut masih berstatus saksi dan berpotensi dipanggil guna memberikan klarifikasi.

Kasus ini menjadi perhatian luas publik karena tidak hanya menyeret seorang kepala daerah, tetapi juga diduga melibatkan lingkaran keluarga dalam pusaran proyek pemerintah daerah. KPK menegaskan akan mengusut tuntas perkara tersebut dan menelusuri setiap aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi.


Red

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GARIS MERAH | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION