Keputusan ini diumumkan usai sidang isbat yang digelar pada Jumat (19/3/2026), setelah melalui proses panjang yang melibatkan perhitungan hisab dan pemantauan hilal (rukyat) di berbagai titik di Indonesia.
Menteri Agama menegaskan, hasil pemantauan menunjukkan posisi hilal telah memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga awal bulan Syawal dapat ditetapkan secara resmi.
“Berdasarkan hasil hisab dan rukyat yang telah dilakukan, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar perwakilan pemerintah dalam konferensi pers sidang isbat.
Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia dipastikan akan merayakan Lebaran secara serentak pada akhir pekan ini. Suasana mudik, takbir, hingga persiapan salat Id pun diprediksi akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
Red



Social Header