JAKARTA, Garis Merah – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menarasikan seorang guru SMP di Jakarta Timur mengajak seorang mahasiswi melakukan praktik prostitusi online atau open BO. Namun setelah dilakukan penelusuran, fakta yang terungkap ternyata berbeda dari kabar yang viral tersebut.
Peristiwa ini bermula ketika seorang mahasiswi melakukan kegiatan promosi atau roadshow ke salah satu sekolah menengah pertama negeri di wilayah Jakarta Timur. Dalam kegiatan tersebut, seorang pria yang bekerja di lingkungan sekolah membeli produk yang ditawarkan oleh mahasiswi tersebut.
Usai transaksi, pria tersebut meminta nomor WhatsApp korban dengan alasan akan melakukan pemesanan kembali di kemudian hari. Korban pun memberikan nomor kontaknya karena mengira hal itu berkaitan dengan keperluan pembelian produk.
Beberapa hari setelahnya, pria tersebut kembali menghubungi korban melalui WhatsApp. Awalnya percakapan berlangsung biasa dengan ajakan makan bersama. Namun setelah ajakan tersebut ditolak, isi percakapan diduga mengarah pada ajakan tidak senonoh yang berkaitan dengan transaksi prostitusi atau open BO.
Tangkapan layar percakapan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik. Banyak warganet mengecam perilaku tersebut karena dianggap tidak pantas dilakukan oleh tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Namun setelah dilakukan pengecekan oleh pihak terkait, pria yang dimaksud ternyata bukan guru seperti yang ramai disebutkan dalam narasi viral. Ia diketahui merupakan staf tata usaha (TU) di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur.
Menanggapi kasus tersebut, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta langsung melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Untuk sementara waktu, oknum staf TU tersebut telah dibebastugaskan dari pekerjaannya selama proses klarifikasi dan pemeriksaan berlangsung.
Kasus ini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat pentingnya menjaga etika dan profesionalitas di lingkungan pendidikan, terutama dalam berinteraksi dengan pihak luar yang datang ke sekolah.
N.S



Social Header